Kreatif dan Lezat! Siswa Kelas XII SMAN 12 Merangin Laksanakan Tugas Akhir Prakarya dengan Menu Berbasis Bahan Pokok Beras
Merangin, 11 April 2025 – Suasana pagi di SMAN 12 Merangin tampak berbeda dari biasanya. Di sepanjang lorong kelas XII, aroma masakan tercium semerbak, menciptakan suasana meriah penuh semangat. Pada hari Jumat, 11 April 2025, seluruh siswa kelas XII dari XII F1 hingga XII F7 melaksanakan Tugas Akhir Praktek Prakarya dengan tema Pengolahan Bahan Makan Pokok Beras. Kegiatan ini menjadi salah satu penilaian akhir mata pelajaran Prakarya untuk Angkatan ke-19 tahun 2025.

Kegiatan praktek ini dibimbing langsung oleh Ibu Irawati, S.Sn, selaku guru Prakarya SMAN 12 Merangin, yang selama ini aktif membimbing siswa dalam menyalurkan kreativitas dan keterampilan memasak mereka. Praktek dilaksanakan di depan ruang kelas masing-masing, dimulai sejak pagi hari dan berlangsung hingga menjelang waktu salat Jumat.
Ragam Menu Kreatif Berbahan Pokok Beras
Dalam tugas akhir ini, setiap kelompok siswa diminta untuk menyajikan olahan makanan dengan bahan utama beras. Hasilnya sangat beragam dan menggugah selera. Di antaranya adalah:
- Pecel Lele dan Nasi Putih: Menu ini menjadi favorit banyak siswa, karena selain praktis, rasanya juga sangat familiar di kalangan masyarakat.
- Tumpeng Mini: Dengan tatanan nasi kuning berbentuk kerucut dan hiasan lauk pauk tradisional, tumpeng menjadi simbol syukur dan kreativitas siswa dalam penyajian.
- Sayur Kangkung dan Sambal Ayam: Menu sederhana namun lezat ini menunjukkan kemampuan siswa dalam mengolah sayuran lokal yang sehat dan ekonomis.
- Sop Ayam dan Nasi Hangat: Sajian ini memberikan nuansa hangat dan bergizi, sangat cocok disantap di pagi hari.
Setiap kelas menunjukkan kekompakan dan kreativitas dalam mempersiapkan bahan, memasak, serta menata hidangan di meja mereka. Tak hanya rasa yang dinilai, tetapi juga kebersihan, kerapihan, dan inovasi penyajian menjadi poin penting dalam penilaian tugas akhir ini.


Meningkatkan Keterampilan Hidup Melalui Prakarya
Menurut Ibu Irawati, kegiatan praktek ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan hidup (life skill) siswa, khususnya dalam hal pengelolaan bahan makanan, kerja sama tim, dan tanggung jawab individu dalam menyelesaikan tugas bersama.
“Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan seperti ini melatih mereka untuk berpikir kreatif, mengelola waktu, serta memahami pentingnya gizi dan kebersihan dalam mengolah makanan,” jelas beliau.
Kepala Sekolah Apresiasi Antusiasme Siswa
Kepala SMAN 12 Merangin, Bapak Wiji, S.Pd, turut menyampaikan apresiasi atas semangat siswa dan kerja keras guru dalam menyelenggarakan praktek ini. Menurutnya, pembelajaran kontekstual seperti ini sangat efektif dalam membangun karakter dan kompetensi siswa.
“Kami bangga melihat bagaimana siswa kami bisa mengolah bahan makanan lokal menjadi menu yang menarik dan lezat. Ini bukti bahwa mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berinovasi dan bekerja sama dalam situasi nyata,” ujar Bapak Wiji.
Penutup
Kegiatan praktek pengolahan makanan berbahan pokok beras ini bukan sekadar tugas akhir, melainkan wadah pengembangan diri dan pembelajaran kontekstual yang sangat berharga. Dengan bimbingan guru dan dukungan sekolah, siswa kelas XII SMAN 12 Merangin berhasil menunjukkan kreativitas, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh makna ini.

