BeritaEskulOlahragaPrestasiVisi dan Misi

EKSTRAKURIKULER BELA DIRI SMAN 12 MERANGIN: MENGASAH FISIK, DISIPLIN, DAN KARAKTER SISWA

Merangin, 10 April 2025 – Dalam upaya membentuk karakter siswa yang kuat secara fisik dan mental, SMAN 12 Merangin secara konsisten melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler bela diri yang melibatkan tiga cabang utama: Karate, Pencak Silat, dan Taekwondo. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis dan menjadi kegiatan wajib bagi seluruh siswa kelas X dan XI.

Kepala SMAN 12 Merangin, Bapak Wiji, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi sekolah dalam membina siswa yang tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan semangat bela negara.

“Melalui ekstrakurikuler bela diri, kami ingin menanamkan nilai kedisiplinan, sportivitas, tanggung jawab, dan daya juang yang tinggi kepada seluruh siswa. Ini sejalan dengan semangat kami membangun sekolah yang mengedepankan akhlak dan prestasi,” ujar Bapak Wiji.

Tiga Pilar Bela Diri: Karate, Silat, dan Taekwondo

Ekstrakurikuler Karate di SMAN 12 Merangin dibina langsung oleh pelatih berpengalaman, Bapak Bripka Herman Martua S, SE, seorang anggota kepolisian yang aktif dalam pengembangan olahraga bela diri di daerah. Di bawah bimbingan beliau, para siswa dilatih teknik dasar hingga penguatan mental bertarung dengan penuh kedisiplinan.

Sementara itu, cabang Pencak Silat yang berafiliasi dengan organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), dibina oleh dua pelatih senior: Bapak Ngadiman dan Bapak Tio Sandiago, S.Pd. Mereka membekali siswa tidak hanya dengan teknik silat, tetapi juga nilai-nilai luhur budaya bangsa, persaudaraan, serta kesadaran sosial.

Adapun cabang Taekwondo dilatih oleh Bapak Andreas, pelatih profesional yang telah melatih banyak atlet muda berbakat. Melalui gerakan-gerakan khas yang penuh semangat dan kelincahan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Dwi Mulyanto, SS, menyatakan bahwa kegiatan bela diri ini tidak hanya menjadi aktivitas fisik semata, namun juga menjadi medium pembentukan karakter siswa.

“Kami melihat perkembangan signifikan dalam disiplin siswa, tanggung jawab terhadap tugas, serta kemampuan bekerja sama dalam tim sejak mereka aktif mengikuti kegiatan bela diri ini,” jelasnya.

Komitmen Latihan Rutin

Kegiatan ekstrakurikuler ini dijadwalkan setiap hari Kamis pukul 14.00 WIB, dan diikuti secara aktif oleh seluruh siswa kelas X dan XI. Setiap siswa bebas memilih cabang bela diri yang diminatinya, namun kehadiran dan partisipasi aktif menjadi hal yang wajib.

Dengan jumlah siswa kelas X dan XI yang mencapai ratusan, lapangan sekolah menjadi arena yang hidup setiap Kamis sore. Siswa berbaris rapi sesuai kelompok bela diri masing-masing, mengenakan seragam latihan, dan dengan semangat mengikuti instruksi dari para pelatih.

Pihak sekolah juga memastikan keamanan dan kenyamanan kegiatan dengan menyediakan fasilitas latihan yang memadai serta pendampingan dari guru piket.

Menuju Prestasi dan Pengembangan Diri

Selain sebagai sarana pembentukan karakter, kegiatan bela diri ini juga diarahkan untuk mencetak prestasi. Beberapa siswa telah menunjukkan potensi dalam kejuaraan tingkat kabupaten dan provinsi, dan sekolah mendukung penuh mereka untuk terus berkembang.

“Kami bertekad mengirimkan delegasi siswa dalam berbagai kejuaraan bela diri antar pelajar. Ini adalah bentuk nyata komitmen kami terhadap prestasi non-akademik,” tambah Bapak Dwi.

Penutup

Dengan integrasi nilai-nilai bela diri dalam pendidikan karakter, SMAN 12 Merangin terus bergerak maju sebagai sekolah yang melahirkan generasi tangguh — ilmuwan yang cerdas, olahragawan yang kuat, dan seniman yang berjiwa luhur. Kegiatan ekstrakurikuler bela diri adalah salah satu pijakan kuat menuju tujuan besar itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *